Glitter Text Generator at TextSpace.net
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan

SESEJUK KASIH HAQIQI


Semerbak harum bunga menghempaskan rerumputan yang bergoyang secantik senyum tulus gadis mungil yang sedang menghela nafas panjangnya di balik tirai jendela kamar rumahnya saore itu.Jilbab yang menghiasi wajahnya makin indah dan sedap untuk di pandang.
”Anjani…”seketika suara itu memanggilnya.
”Iya Umi”,bergegas ia keluar dari kamar dan menghampiri Uminya.
”Sayang…kok belum mandi?Umi mau ajak Anjani ke rrumah tetangga kita yang baru,tadi pagi Umi di undang…mandi segera,dan GPL ya!!!”
”Ciip Umi”
Dengan menggunakan pakaian yang tertutup dan jilbab yang cantik membuat Anjani makin PD akan melangkahkan kakinya…
”Umi…Anjani telah siap”
”Wach-wach anak Umi makin hari tambah cantik saja…”
”Ich Umi apa sich,ngeledek ya,alhamdulillah…ini kan berkat Umi juga,tankz Umi muachhh…Berangkat!!(bisik Umi pada Anjani).
Tiba di rumah tetangganya acara demi acara telah di selesaikan dalam rangka menyambut rumah baru tersebut.
”Selamat menempati rumah baru ya Bu Halimah,kami senang dengan kehadiran Ibu di sini dan semoga betah”
”Terimakasih Bu Rahma,ngomong-ngomong ini siapa,putrinya ya Bu?namanya siapa?cantik dan sopan,cantik juga”
”Anjani,trimakasih Tante…!jawab Anjani dengan ramah dan sopan.
”Tante tinggal dengan siapa saja?kok sepi dengan rumah sebesar ini?
”Sama suami Tante”
”Lantas putra atau putrid Tante?”
”Owch punya satu putra,itu saja dia lagi bekerja di luar kota.Dia tinggal dengan BuLeknya.Azka…putra Tante satu-satunya sebagai arsitektur yang bagi Tante cukup bangga kan prestasi-prestasinya,kemarin baru selesai kuliahnya di vakultas arsitek terus memutuskan untuk bekerja  dengan Pak Leknya yang sama profesinya dengannya,sedikit bawel,keras kepala,teguh pendirian pula…tapi ngangenin!!!”(tetesan airmata kangenpun tak terasa tercucur di pipi Bu Halimah,Anjani pun membalas dengan senyum tulus dari bibir dan lesung pipitnya yang manis)
”Tante…kebahagiaan Tante pasti hadir kelak nanti.Anjani dan Umi siap menjad sahabat ataupun kerabat selama Tante butuhkan,Anjani dan Umi hidup sendirian disini Tan.Empat tahun yang lalu abah dan adix Anjani laki-laki kecelakaan ketika beliau mengendarai sepeda motor saat pergi membeli hadiah untuk ulangtauun Anjani,hingga akhirnya berakhir sepi…Berlarut Umi membangkitkan Anjani akan arti sebuah hidup ini.Sekarang Anjani tidak merasa sepi lagi,masih ada Umi yang senantiasa mendukung Anjani dan Allah yang selalu ada dalam hati Anjani…”
”Anjani,Tante juga menyertaimu nak..”
Kemudian ke duanya saling berpelukan,waktu pun yang memisahkan mereka saat magrib tiba.Dengan gema adzan yang mha dahsyat merdunya memanggil insan untuk mengingat da beribadah terhadap sang Khaliq.Hari demi hari keakraban ke dua tetangga itu semakin erat.Suatu malam dari sepertiga nya,Anjani gunakan untuk shalat malam layaknya seperti malam-malam yang telah di laluinya.Dengan khusyu’ dalam keheningan malam,membuat Anjani makin deekat dengan Allah.Segala peluh kesah dalam hatinya pun tercurahkan…
”Ya Allah…tegarkanlah senantiasa raga kami,raga yang sebenarnya rapuh namun hanya karena-Mu kami bangkit.Berikanlah ketentraman hati untuk Umi dan Anjani.Tunjukkan kebahagiaan sejati,kebahagiaan haqiqi yang Engkau hadirkan untuk kami kelak nanti.Bimbinglah kami selalu dalam bimbingan-Mu dan tegur lah kami jika lalai akan perintan-Mu..
Ya Robby…tempatkanlah abah dan adik hamba dalam firdaus-Mu…aminn”.
            Selanjutnya sang fajar pun membangunkan Anjani dari lelapnya istirahat yang cukup.Kicau burung yang berterbangan membuat Anjani semangat untuk menjalani kehidupsn nya dalam kesederhanaan dalam membantu Uminya berjualan di took depan rumahnya.Karena minimnya ekonomi,Anjani tidak melanjutkan kuliahnya namun membuat keluarganya putus asa juga.
Suatu hari…ia harus mengantarkan titipan belanja Tante Halimah ke rumahnya.
”Assalamu’alaikum..Tante!!”
Seketika ada laki-laki muda,membuka pintu dan menjawab salam Anjani,pemuda tersebut bertanya..”Ada yang bisa di bantu mbak?…”
”Anda siapa?”Anjani balik nanya!
Pemuda tersebut melihat wajah Anjani terus tanpa memalingkan wajahnya.Kemudian pemuda itu mengajak berjabat tangann namun Anjani menolaknya..
”Maaf…ini belanjanya Tante,”(bergegas Anjani pulang ke rumah.Sampai di rumah ia melamun akan pikirnya,deg-degan rasa hatinya tidak karuan,namun tidak dihiraukan.Pemuda tersebut juga merasakan rasa yang sama dengan penuh penasaran,ia Tanya se detail mungkin pada Bunda nya akan rahasia di balik raut wajah gadis tersebut.
Bersemi lah benih-benih kasih dan cinta pemuda yang polos nan tampan itu.Suatu malam,Azka berkunjung silaturrahmi ke rumah Anjani.Azka berbicara banyax tentang Anjani pada Bundanya.Bunda dan ayahnya merestui jika Azka memilih Anjani untuk menjadi pilihan tambatan hati putranya.Malam itu menjadi suasana yang tak terlupakan bagi Anjani,ttapi Anjani tak banyak bermimpi untuk selanjutnya.Ke dua manusia ini semakin akrab mmenjalin persahabatan dengan cerita masing-masing insan.
 Azka tak dapat menahan rasa akan perasaannya.Pagi-pagi Azka mengetuk jendela Anjani.Anjani pun membuka dan terkejut melihat di depannya seorang Azka.
”Assalamu’alaikum Anjani…pagi ini Aku ingin mengatakan kepadamu akan rasa yang semakin membuat Aku resah.Aku tak tahu dengan siapa harus Aku bertanya…Aku ingin jadi bagian dari hidupmu Anjani…demi Allah…demi hati ini…Aku siap menjadi milikmu untuk menjagamu.Aku mau kamu piker dulu untuk menjawab rasaku semua padamu”.
Dengan cepat Azka pulang dan meninggalkan Anjani dengan rasa bahagia dan berharap ia di terima Anjani.Satu minggu bukan waktu yang singkat baginya untuk membalas ucapan Azka kemarin…..
”Kasihan dia lama menungguku,paddahal Aku juga merasakan rasa yang sama dengannya”.
Kemudian dia menulis sederet surat untuk membalas ucapan Azka kemarin.
Assalamu’alaikum Azka…
 Maaf surat ini sebagai perwakilan atas diriku karena Aku sebenarnya punya rasa seperti kamu,tapi Aku ingin kamu tahu…Aku mencintaimu karena Allah,Aku menyayangimu karena Allah.
Aku tak punya apa-apa dan tak berarti apa-apa untukmu,sepenuh hati ini yang Aku persembahkan untukmu.Datanglah dan temui Umiku,jika engkau serius dengan ucapanmu karena Aku t’mau cinta ini untuk permainan saja!!
Mohon restu orangtuamu dan Umi lalu Aku akan menerimamu….
Wassalammm….
                                                                  Salam manis,
                                                                  Anjani


            Surat ini di letakkan Anjani di luar jendela di kamar Azka.Azkapun membaca surat,alangkah bahagia dan mengadukan serta memberitahukan isi surat ini kepada orangtua,restu pun di dapatkan kemudian Azka mengajak orangtuanya ke rumah Anjani untuk menjalankan hubungan yang lebih serius ini ke jenjang pernikahan.Umi pun menyetujui hingga pada suatu hari nya di adakan PESTA PERNIKAHAN mereka berdua.
Azka menjawab ucapan Anjani saat menyurati nya…
    ”Habyta…ketahuilah,suatu anugerah terindah yang pernah Allah berikan kepada ku ialah..saat senyummu kau hadirkan..hatiku tentram menyapamu,saat jilbabmu kau hiaskan untuk wajahmu..kesejukan itu Aku rasakan,saat tuturmu kau bisikkan..ingin ku mendengar selalu..jadikan Aku istimewa dalam hidupmu karena Aku mencari cinta yang haqiqi atas ridha-Nya untuk menjadikan hubungan ini istimewa di sisi-Nya!!”
Waktu yang hening membuka romansa penuh ma’na.Akhirnya ke dua insan tersebut bahagia dan HAPPY ENDING…
Amanah Kasih Umi untuk Anjani,
            Carilah teman setia dalam suka dan duka.Teman baik yang membantumu untuk menjadi orang baik.Teman sejati yang bias kau ajak bercinta untuk syurga.Dia adalah teman sejati yang benar-benar mau berteman denganmu bukan karena derajatmu.Tetapi karena kemurnian cinta itu sendiri,yang tercipta dari keikhlasan hati..dia mencintaimu karena Allah,Dengan dasar itu kaupun bias mencintainya dengan penuh ke ikhlasan karena Allah..kekuatan cinta kalian akan melahirkan kekuatan dahsyat yang membawa manfaat dan kebaikan.Kekuatan cinta itu juga akan bersinar dan membawa kalian masuk syurga…
TERSENYUMLAH UNTUK CINTA

                                                                                        Salam manis,
                                                                                    Umi

posted under | 0 Comments

PESONA CINTA SANG PENULIS


            Khayalan gadis mungil itu pun kandas saat tak percaya akan hati kecilnya. Bagaikan sebuah kematian yang menyambutnya saat ia berduka tanpa kehadiran seorang dihatinya.
            ” KETEGARAN” yang mampu mengubahnya hingga menjadi wanita muda, seorang penulis handal… mampu menorehkan 1000 ekspresi dengan beragam penghargaan atas hasil karyanya!!
            ”Faza”…( suara lembut dari laki-laki tampan menyapanya)” ”Faza”…congrotulations,tas semua   kejeniusanmu, aku bangga menjadi penggemarmu,terus berkarya dan semangat!!!”(sambil menyodorkan tanganya, berharap Faza membalas perjabatan itu)
            “Terima kasih ,tidak segitunya juga saya jenius,Anda terlalu berlebihan menilai karya saya,tapi…alhamdulilah juga bila itu tulus terucap dari diri Anda,BTW…nama anda???”
            “Aris… (dengan cepat ia menjawabnya penuh senyum)aku suka cerpenmu yang “melodi cinta ara”menyentuh banget,aku pangen bertemu kamu sejak kemarin,namun saying waktu yang membuat kita belum di takdirkan bertemu,diantara vestival ini.Aku ingin mengenalmu lebih dekat lagi.
            “Maaf saya harus pulang,Bunda sudah menungguku dirumah.Ini juga terlampau malam bagi anak cewek yang sedang di luar?anytime kita sambung lagi.ok!!!”night….!!!” 
            Suasana yang memisah kan mereka untuk berjumpa. Namun Faza tidak pernah menghiraukan kejadian waktu itu.Baginya”WAKTU ADALAH PEDANG”jika tidak digunakan sebaix mungkin ,ia akan tergores oleh pedang itu sendiri tanpa guna.”Faza…seorang penulis muda yang cuex akan sejuta cowox disampingnya yang mengharap untuk jadi seorang yang teristimewa di hati Faza.Waktu demi waktu mengubah kehidupan faza sehingga ia menjadi suxses dalam bidangnya.
            “Ya Allah…asok ini,aku harus berani ke PANTI ASUHAN,tapi hamba-Mu  tidak siap bila setiap melihat adik-adikku tersenyum melihat hamba,hamba harus membalas senyum palsu ini,Tuhan…hamba tidak ingin mereka tahu akan penyakitku ini,hamba tidak siap!!(dalam hati kecilnya…”Faza kamu harus siap …bagaimanapun mereka keluargamu juga ,dari kecil kamu hidup disana hingga kamu diadobsi Bundapun mereka tatap keluargamu,semangat Faza…SEMANGAT)”.
            Dg penuh ceria ia melangkahkan kaki dengan membawa buah tangan guna adik-adiknya di PANTI.Panti “AR RAHMA”di tujunya hingga telah sampai tepat didepannya.Kebahagiaan selalu tercipta didalam keadaan Faza yang sedang mati-matian mempertahankan rasa sakitnya.
            “Ya Allah…       kuatkanlah hamba,setidaknya kembali kerumah,hamba ingin bahagia bersama mereka.Ya Allah…”!!!(setelah sampai)
            “Faza…kamu kenapa nak,kox melamun sejak tadi,apa yang sedang kamu fikirkan??(Tanya ibu PANTI)
            “Faza tidak kenapa-kenapa bu,Cuma kecapean saja.he3x…”kak Faza…sekarang pacarnya siapa?kok tidak di kenalkan sama kita-kita…he3x…”(gurau anak panti),ich…pada jail nich,apa sich,kakak masih JJB kok.Jomblo Jarang Bahagia”hustt…masih kecil juga Tanya aneh-aneh ,belajar dulu baru Tanya gituan ma kakak,ya gak Bu?”
Betul banget…(sahut Ibu),”Bu…pamit pulang dulu ya,Faza mau istirahat,lagian nanti sore juga mau pergi ke acara temen, Bu…do’akan Faza sehat selalu ya,Aku cita ibu dan Aku selalu mengharap do’a ibu dan Aku selalu berharap do’a ibu yang terbaik untuk    Faza, “Tentu anaku do’a yang terbaik senantiasa ibu tujukan kepada Faza, jangan pernah lupakan kita ya nak,”KESOMBONGAN tidak akan membuatmu menjadi kaya, hargai setiap orang dan jangan lupa sholatnya, benar kata adikmu…ibu juga mengharap kamu dapatkan cintamu nak,sudah sewajarnya kamu bahagiakan hatimu,jangan Cuma prestasi gemilangmu yang kau banggakan, ingat !!!
            “Ibu…apa sih…ikut-ikutan ma adik aja,sebell, do’ain ja bu…mungkin belum waktunya Faza punya teman istimewa,Faza inginya 1x seumur Faza merasakan ma’na itu bux, dach ach…malah jadi curhad gini, pergi dulu bux, jaga kesehatan ibu”…
            “Asslamu’alaikum”…”wa’alaikum salam hati-hati di jalan nak”.
            Hari-hari pun berjalan dengan begitu singkat Hari ini Faza ke RS untuk cek keadaannya.
            “Dok…gimana perkembanganku, apakah sudah baikan”
            “Wach…Faza pasti kecapean akhir-akhir ini ea…dokter kemarin dah bilangkan, mari duduk,setelah tadi tak priksa ternyata kangker tulang belakangmu makin menyebar, sudah stadium 4”.
            “Ya Allah…apa tidak ada lagi kesempatan hamba untuk hidup? Apakah ini takdir yang aku jalani( dalam bisiknya di hati).
            “Faza…semangat ea…berharaplahkan keajaiban dari allah,kami selaku dokter hanya dapat membantumu sekuat tenaga,hasil akhirnya…..kita pasrahkan ea Faza,jangan Menyerah!!!
            “Terimakasih dokter….mohon keluarga jangan di kasih tw tentang ini,Faza tidak ingin mereka semua sedih karena Faza dok….mohon”(belaz Fazadengan segenap
            “Tapi Faza …..suatu saat keluargamu juga harus tahu,jangan membuat keluargamu bersedih di akhir hidupmu
            “Janji dok…Faza akan bahagiakan semua.Hanya diriku,dokter,dan allah yang tahu keadaanku saat ini,di sisa umurku yang terbatas ini,Aku ingin memberikan yang terbaik untuk keluargaku menurut caraku tersendiri.”
            ’’Di acara pesta sore itu…Faza dan Ariz di pertemukan kembali dalam suasana yang amat meriah dengan di tata ruang penuh aroma bunga..seakan menebarkan pesona gadis-gadis ayu yang sedang berbahagia.
            ”Riska…selamat ULTAH sahabatku”,(sambil memberikan kado kecil untuknya).
            ”Oh…terimakasih Faza,ku mohon di hari ULTAH ku ini…nikmatilah semua hidangan yang ada ya.Aku ingin acara ini berkesan untukmu&teman semuanya,he3x...
            ”Tentunya Riz…cantik sekali tata ruang ini”.(Tiba-tiba datang seorang cowok menyerobot omongan Faza)…
            ”Riz…selamat ULTAH kawan ku…cantik banget ruangan ini,seperti orangnya,he3x bercanda…”
            ”Terimakasih Ariz…makin ganteng saja sastrawanku ini”
            ”Mulai dech…jadi GR…..”(bisik Ariz mengembangkan senyumnya)
Seketika Faza dan Ariz saling berhadapan,
”Faza…”
”Oh…kamu?”
”Iya Aku cowok penggemarmu waktu acara kemarin”,
”Ariz…”
”Ternyata dunia sempit ya,Aku masih di beri kesempatan dapat bertemu Kamu Faza”(di sertai hati deg-deg an).
”Lho…emang kalian sudah saling mengenal ya,padahal mau tak kenalin kok,(sahut Rizka)
”Za…siapa si yang t’kenal Aris Nugraha Putra?dia sastrawan terkenal di jagad sasatra tahun ini”(bisik Rizka pada Faza)
”Tunggu dech…yang kamu maksud Ariz yag lebih akrab di panggil Putra itu?serius…?(jawab Faza penuh gumam).
”Iya…selangit akan karya-karya nya laris semua di ajang per filman”.
”Aku sih denger…tapi belum trahu nama lengkapnya kemarin,Aku juga tahu orang nya ini seorang Putra,(tutur Faza)
”Baru tahu…tapi Aku dah tahu kamu dari dulu,seorang Faza penulis handal…mana mungkin sempet lirik cowok seperti Aku,he3x…”(sahut Ariz)
”Bisa aja…tapi bener lho,Aku juga bisa jadi penggemarmu,Aku mengagumi karya-karyamu”(kata Faza).
”Lho…kok saling memuji sih…lanjutkan pembicaraannya ya,Aku mau ke teman-teman yang lain,tambah akur saja and jalin persahabatan…oke”jawab Rizka penuh senyum
            Perbincangan yang indah itu menjadi kan ke dua insan tersebut saling mengenal satu sama lain.Suasana di tengah pesta hingga berakhirpun tak menjadikan mereka putus hubungan.Waktu yang menjadikan mereka putus hubungan dengan berbagai informasi,curhat,Faza merasa nyaman.Faza bersyukur bahwa dia bisa menjadi sahabat Aris.Aris pun juga merasakan perasaan yang sama dengan Faza dari kemarin-kemarin.
            Benih-beniih cinta pun mulai bersemi..
            Khalayak kebahagiaan sang dewi cinta..
            Melukiskan sebuah anugerah terindah..
            Biduk pesona yang tercipta ..
            Menebarkan keikhlasan dalam kebersamaan.
Lima bulan bukan waktu yang singkat bagi Ariz untuk berkenalan dengan Faza.Getaran-getaran asmara pun makin membelenggu jiwa Ariz.
”Di usiaku..ke 25tahun ini,Aku ingin serius dengan wanita yang benar-benar bisa membahagiakan Aku untuk sebagian hayat hidupku,bagiku Faza..Cuma dia yang mampu membuatku mengerti apa arti cinta ini,Aku harus berani mengungkapkan isi perasaanku pada gadis ayu itu”
            Dengan penuh harap Ariz yakin bahwa Faza mau menerima kehadirannya untuk menjadi tambatan hatinya,suatu malam…Ariz berniat untuk mendatangi rumah Faza guna bersilatrrahmi kepada Faza dan keluarga.Hal itupun terpenuhi oleh Ariz.
”Assalamu’alaikm…”(tok…tok…tok…)
”Walaikum salam…tungu sebentar, siapa gerangan malam-malam ada tamu ya”(gumam bunda Faza)
“Cari siapa nak?”
“Tante…bunda Faza,Fazanya ada tante?, saya Aris temannya Faza”.
“Oh…tentu nak,Faza baru saja pulang, lagi mandi…silahkan duduk, sebentar lagi pasti selesai. Tunggu ya…tante kedalam dulu”.
            Serambi menghampiri kamar Faza, bunda bergumam masih penasaran dengan lelaki muda tampan itu.
“Faza…ada tamu nak, Aris bilangnya”
“Oh ya bunda, makasih…dia sahabatku”
“Sahabat?? Sahabat ketemu gede kan?”
“Ich apa-apaan sih bunda…ngeledek deh”, sambil melangkahkan kaki,Faza menuju ruang tamu.
“Ya Allah…mengapa hati ini deg-degan, hamba-Mu takut merasakan perasaan ini. Jauhkanlah perasaan ini, hamba-Mu tidak mampu memendam rasa ini”.(bisik Faza dalam hati).
“Malam Aris…duduk saja tak usah berdiri, tumben main kerumah? Gimana kabarnya?”
“Malam juga Faza…makasih, kedatanganku kesini ingin bertemu kamu, ada sesuatu yang harus aku bicarakan denganmu dan seperti yang kamu lihat…keadaanku amat baik karena sudah ketemu kamu.he3x…canda”.
“Aris…bisa lucu juga ya kamu!”
“Faza…bolehkah aku ngomong serius denganmu?”
“Dengan segenap jiwa tak dengerin ko, silahkan!”
“Za…mungkin aku terlalu lancang katakana hal ini padamu, selama ini aku memendam perasaan ku ke kamu.Rasa yang sebenarnya dari dulu ingin ku katakana…namun, ku simpan dalam-dalam, tapi…semakin ku abaikan rasa ini makin menjerat hatiku.Za…aku ingin serius berhubungan dengan mu. Aku ingin menjadi separuh dari kehidupan mu, izin kan aku menjadi kekasihmu”.
“Aris…sebenarnya aku…”( dalam hatinya ; aku tak mau mengecewakanmu esok hari Ris…aku juga punya rasa sepertimu, namun aku kurang pantas bersanding denganmu.Biarlah ku kubur rasa ini bersama lagu rinduku untuk mengenangmu esok hari) seketika Faza menangis…hingga tanpa sepengetahuan Aris ia mengusap air mata dipipinya.
“Faza…kenapa diam, kamu kenapa?”
“Aris… aku ingin kita menjadi sahabat saja ya, mungkin masih ada seribu wanita di luar sana menunggu hadirmu Ris…dan itu bukan aku”
“Aku mau kamu Faza, segenap raga dan jiwa ku hanya ingin kamu.Apa kamu menolak aku?.”
“Mungkin jika ini yang terbaik demi hubungan kita Ris, percaya dengan ku…”
“Dimana bundamu?!
“Bunda ada di dalam, nonton tv. Mau apa Ris?”
“Aku mau bicara dengan bunda mu, izin kan aku Faza…”
“Oke…ayo ikut aku”, sambil berjalan menuju ruang santai.
“Tante…Aris ingin bicara dengan tante”
“Ngomong apa nak? Silahkan…”jawab bunda
“Aku sayang dengan putri tante, izin kan dan restui Aris tan…Aku ingin melamarnya,tapi mengapa Faza menolak ku? Apa dia sudah punya calon yang lain selain Aris tante?”
“Setahuku tidak nak, Faza akhir-akhir ini ceria,riang ketika kenal dengan mu. Za…apa kamu tidak saying Aris? “Tanya bunda
“Bunda…aku ingin yang terbaik untuk Aris, aku ingin dia tidak kecewa dengan ku,Bun…”
“Faza…,dengan mu itu yang terbaik bagiku,aku ingin melamarmu Faza “,
“Cukup…cukup Aris,sekarang sudah malam, mohon kalau sudah selesai pulanglah!”
“Faza apakah kamu mengusirku?baiklah, asal kamu ingat, selamanya…aku menanti mu…,aku yakin kamu punya felling seperti ku,jujur Faza…mohon”(dengan wajah yang memelas penuh harap) kemudian Aris izin pulang karena Faza telah menolaknya.
            Malan itu Aris terpukul dengan kejadian tadi. Tapi Aris tetap optoimis bahwa suatu saat pasti dia akan menjadi  milik Faza. Setelah kepulangan Aris…Faza merasakan sakit yang teramat sakit, dia merintih kesakitan atas kankernya…
“Bunda…Faza tak tahan lagi?”
“Faza anak ku…kenapa kamu nak, apa yang terjadi padamu anak ku sabar…bunda telp ambulance ya Faza…”
Kemudian Faza tak sadarkan diri ketika dibawa oleh ambulance bundanya menangis tak henti memikirkan Faza.
            “Ya Allah…apa yang terjadi dengan anak ku?
            “Dok…bagai mana dengan Faza, apa yang terjadi,”
            “Buk…apa anda selama ini belum mengetahui tentang sakit yang diderita Faza?
            “Dokter jelaskan, apa yang terjadi dengan anak ku?”
”Faza sebenarnya…Faza terkena kanker tulang setadium 4,sudah sangat berbahaya.Hanya menunggu keajaiban-Nya Buk,kami sudah melakukan yang terbaik untuk Faza”.
“Ya Allah….mungkinkah Faza tidak ada kesempatan lagi?,Ya Allah…kenapa selama ini anakku selalu menutupi rasa sakitnya,sembuhkanlah anakku.Ya Robb..dengarkanlah doa seorang bunda yang tulus ini demi anaknya yang sedang bertaruh untuk hidup”.
Tiga hari Faza koma dan kritis.Bunda Faza memberi tahukan kabar buruk ini kepada Aris,Aris waktu itu kaget dengan apa yang menimpa Faza.Kemudian Aris ke rumahsakit dan menjenguk Faza.
“Faza…apa yang terjadi padamu sahabatku,aku sudah melupakan yang kemarin jika kamu menginginkan hal itu,Faza….cepat sembuh.Aku ingin melihat senyum manismu karena hanya itu yang mampu membuatku bertahan.Faza dengarkan Aris…sampai kapanpun Aris menyayangi Faza”.
Seketika Faza sedikit demi sedikit menggerakkan tangan dan membuka kedua matanya.
“Faza….Faza bangun,Tan….Faza tante”,(jeritan bahagia Aris memanggil bunda Faza).
“Anakku Faza…,bunda sayang Faza,kenapa Faza tidak cerita semua ini dengan bunda?”      
“Bunda…Faza juga sayang bunda,Faza tidak ingin karena Faza,Bunda sedih mikirin Faza.Biar Faza yang merasakan sakit ini,Faza tidak ingin melihat bunda menangis “
“Faza apa ini sebabnya kamu menolak aku?”(Tanya Aris)   
 “Ini jalan yang terbaik untuk kita Aris….Aku juga saying kamu namun aku tidak ingin kamu kecewa suatu saat,kamu ingat apa yang ku bicarakan kemarin kan?jaga baik-baik kesehatanmu ketika aku tidak lagi bersamamu”
“Husst….Faza bicara apa?justru ini yang buat bunda khawatir.Bunda tidak ingin kehilangan Faza.Faza putri bunda.                            
“Faza bertahanlah demi bunda,demi Aku dan demi sahabat-sahabatmu.Aku akan menjagamu,selamanya Faza!Dan aku tidak peduli akan sakitmukarna aku masih dan selamanya cinta kamu”
“Aris….Aku sayang kamu,Bunda….Aku juga sayang Bunda,aku akan bertahan demi kalian…..”
Satu minggu Faza berangsur sembuh walaupun semua telah mengetahui umur Faza tidak lama lagi.Entah berapa detik,jam,hari,bulan atau tahun kah Faza mampu bertahan hidup.Hanya kasih sayang Allah lah yang ditunggu dan dinanti semua orang yang sayang Faza.Dengan kehidupan yang seperti ini membuat Faza bersemangat,mencoba untuk bangkit dari rasa sakitnya.Aris telah mempersiapkan lamaran-lamarannya ,serta akad nikahnya.Demi seorang Faza…kekasih hati yang ia sayangi.
“Faza…sudahkah siap dengan semua ini nak,cantik sekali putriku …rasanya kemarin anakku masih belia,namun sekarang menjadi gadis ayu yang akan dipersunting oleh lelaki nan tampan”
“Bunda…terimakasih semuanya ya,karma bunda juga Faza bisa seperti ini….luve u”
“Ayo turun nak….Aris telah menungumu di bawah,(dalam hati Faza;”Ya Allah….mengapa tiba-tiba hamba-Mu lemah kembali?kuatkan jiwa hamba Ya Allah….izinkan Faza bahagia bersama orang yang hamba sayang,kuatkanlah Ya Allah….namun rasa sakit ini membuatku tak berdaya lagi…”)
“Ayo Bunda….”jawab Faza
“Nak,adik-adik pantimu juga telah menantimu serta ibu mu,pasti mereka bahagia melihatmu cantik bak istri seorang raja”
“Makasih Bunda”
Tangga demi tangga pun di lewati semua orang gumam menengok ke atas karena Faza.Layaknya bak seorang putri nan anggun penuh pesonanya yang akan di jemput sang pangeran.Faza mengabaikan rasa sakit yang menimpanya,dengan senyum tulus ia haturkan kepada semua orang dan khususnya teruntuk calon suaminya.
            “Kak Faza….kakak cantik sekali”tutur adik-adik panti
            “Iya….ibu juga terpesona nih,sempurna!!!”
            “Siapa dulu Bu…..Faza”(sahut bunda dengan penuh senyum)
Kemudian Faza berjabat tangan dengan Aris serta mencium tangannya.Mereka duduk berdua dan acara pernikahan pun terlaksana dengan seperangkat mahar dan saksi-saksi tentunya.Faza mendengarkan penuh hikmat ketika calon suaminya menyatakan sumpah dan janji-janji seorang suami dihadapan penghulu. Di dalam hati Faza…
“Ya Allah…mengapa sakit ini terus membelengguku, hamba-Mu tidak kuat lagi Ya Allah, ikhlaskanlah hati ini… Ya Allah jadikanlah kebahagiaanserta sunah ini esok menuju surga-Mu”
Setelah selesai semua janji-janji tersebut…Aris lalu mencium kening Faza dan  Faza pun membalas dengan mencium tangan dan kening suaminya.
“Faza istriku…aku beruntung bisa memilikimu dan ini lah hadiah terindah dari hidupku, istriku!”
“Trimakasih suamiku…ketahuilah kamu adalah anugrah terindah teristimewa yang pernah Allah ciptakan untuk ku…namun rasa sakit ini tidak mampu ku bendung lagi sayangku,terimakasih atas semua ketulusanmu hingga aku dapat bertahan sampai saat ini…Sasrtrawanku, aku menyayangi mu. Maaf jika mungkin Faza tidak bisa selamanya menemani hidupmu…cinta ini akan ku bawa hingga mati…karena kamu selalu ada di hati ku suamiku…always”
“Istriku…jangan bicara begitu, kamu pasti bisa hidup denganku”,sambil memeluk Aris…
“Suamiku…aku tak sanggup lagi.Izin kan aku pergi bertemu Allah…aku menunggumu esok disana dalam persinggahan-Nya nan abadi.
Kemudian Faza menutup matanya untuk terakhir kalinya dalam pelukan suaminya…yang pertama dan yang terakhir bagi hidupnya.
“Faza…istriku…Ya Allah, apakah ini rahasia ter indah yang Kau hadirkan untuk kami…aku tak tahu harus bagai mana lagi…tapi demi nama-Mu Ya Robb…demi istriku Faza…terimalah amal bbaiknya dalam segala perbuatan mulia istriku.Aku akan mencintaimu hingga memelukmu di syurga esok.Istriku…trimakasih atas kasihmu yang pernah kau agung kan di hadapan Al-Quran ini.Aku bertsyukur telah memilikimu hingga akhir hayatmu,di hatiku senantiasa ada cintamu…”
Semua orang menangis karena mendadak Faza telah pergi ke rahmatullah…namun ini lah kehidupan.Faza lebih dulu di ambil Sang pemilik-Nya…Lalu mereka semua orang yang hadir dalam pernikahan pun berdoa dengan di pimpin Ariz…suaminya.
“Ya Allah…Ya Tuhan ku,terimakasih atas anugerah terindah yang pernah Engkau sajikan dalam hidup kami,seorang Faza yang berarti bagi hidup kami.Se oorang Faza…istriku yang mampu mengubah arti kebencian hingga menjadi kebahagiaan bagi kami…Tempatkan lah ruh nya dalam singgasana dan naungan firdaus-Mu…trima lah srmua amal-amal baik nya,karena Aku jauh lebih bersyukur pernah memiliki istri se istimewa seperti Faza…dan jadikanlah hamba-hamba-Mu ini suami yang bertguna bagi almarhumah istriki Faza…”
            “AMINNNNNN………….”


                     
                  THE END

posted under | 1 Comments

INDAH PADA WAKTUNYA


Tetes-tetes air hujan telah mengguyur jagad bumi…ketika panasterik di sapu hingga sang langit berubah menjadi gelap nan mendung yang berakhir dengan tangisan langit.Tngisan langit yang tak pernah memudarkan hati sang semangat yakni SIDDIQ.Sebuah nama yang indah,KEJUJURAN..sesuai dengan kepperibadian yang ia tahtakan.Seorang anak penjual sayur namun keramah tamahannya dan prestasi-prestasi di bangku SMA nya mampu di unggulkan walaupun Ayahnya telah tiada saat usia nya masih dini.Ia selalu tegas menghadapi rintangan serta kerikil-kerikil yang tajam demi keluarganya.Hidup yang sederhanan tetapi penuh dengan cinta.Ia mempersembahkan untuk Emak dn adik-adiknya.Pada suatu hari…
“Sayur-sayur…”(dengan lantang Emak mempromosikan dagangannya di sepanjang jalan)
“Ya Allah…harus kemana lagi hamba-Mu ini melangkah?tak satu pun orang yang membeli daganganku hari ini,cukupkanlah rizki hamba hari ini demi anak-anak hamba.amin…”
Ketika sang mentari menyengat kulit si Emak serta adzan dhuhur menyerunya dengan nyanyian merdu adzan…bergegas Emak menuju masjid terdekat di sepanjang dekat oleh langkah kakinya untuk beribadah terhadap-Nya.Dengan penuh khusyu’ dan ikhlas,Emak abdikan seluruh hidup dan mati nya hanya untuk Allah SWT.Waktu juga yang melepaskan untuk pulang ke rumah.Saat sore tiba,sesampai di rumah beliau juga melaksanakan kewajiban-kewajibannya seorang Ibu.
Siddiq menatap raut wajah emaknya yang begitu memelas…(dalam hatinya)…
“Emakku kasihan,andai bapak masih hidup mungkin hidup kita dapat berjalan sewajarnya.Langiit ini seolah menjadi atap bagi Emak  saat berjualan…terik panas tak menjadi halangan untuk menafkahi kami,Ya Allah…berikanlah yang terbaik bagi kami untuk saat ini…(amien….)”.Kemudian ia bergegas membujuk emaknya agar cepat mandi karena telah di rebuskan air untuk Emak.
“Emak…segeralah mandi,air sudah ku rebus dan beristirahatlah…nanti malam izinkan Siddiq memijiti Emak ya,adik-adik sudah Siddiq urus Mak,tenang saja”
“Terimakasih nak…”,(Emaknya segera mandi untuk melepas lelahnya seharian yang mencari nafkah).
Hingga malam pun muncul,sesuai janjinya,Siddiq memanjakan Emaknya dengan pijitan-pijitan yang handal dari jari-jari mungil Siddiq.
“Wah…anak Emak pijitannya mantap juga…”
“Ach Emak,tapi lebih enakan bukan?.Terimakasih Mak…karena kegigihanmu telah mengajari arti sebuah hidup bagi Siddiq tentang kesederhanaan.Suatu saat Siddiq akan buktikan kepada Emak bahwa kesederhanaan ini sebuah anugerah terindah”.
“Anakku…jalani apa adanya hidup ini,dimana pun kamu berpijak cah ganteng,kejujuran…tetaplah dipertahankan,apapun yang terjadi jangan menyerah karena Allah senantiasa menguji hamba-Nya dalam batas kemampuannya.Doaku menyertaimu”.
Tak terasa tetesan airmata keharuanpun terlinang membasahi pipi Siddiq dan Emak.Amanat-amanat indah dari sebuah ketegaran selalu ia trapkan dalam hidupnya.Setelah shalat isya’ berjama’ah telah usai,Siddiq melanjutkan kembali belajarnya layaknya hari-hari kemarin.Mengajari adik-adiknya,waktu malam nya tak pernah di habiskan untuk hal-hal yang merugikan bagi nya.”WAKTU ADALAH PEDANG”.Tv pun tak punya,rumah yang serba pas-pasan itu hanya mempunyai sebuah radio kecil peninggalan almarhum Bapaknya yang di dapat dari bahas bekas.
Sang malam yang memisahkan kehangatan dalam kebersamaan menuju tempat tidur untuk menenangkan dan istirahat menuju mimpi indah seraya merangkai khayalan bunga tidur nya.
Pagi nan cerah dengan kicauan burung-burung mungil telah membangunkan Siddiq untuk beranjak sekolah.Seperti hari-hari biasa,Emaknya telah pergi untuk berjualan demi menafkahi anak-anak nya.Siddiq terkadang kangen dan ingi supaya Emaknya tidak berjualan.Namun apa daya…bergegas Siddiq mandi lalu ke sekolah bersama adik-adiknya.Dengan berjalan kaki sepanjang 1,5 km atas beasiswa yang di dapatnya,Siddiq tak pernah sombong akan kekayaan otak nya.Dipertemukanlah ia dengan sahabat-sahabat nya di ruang sekolah.Teman-temannya pun tak pernah membeda-bedakan akan status temannya…Siddiq.Hingga jam pulang sekolah pun ia terpisah dengan sahabatnya.
“Apa yang harus Aku buat Ya Allah?,untuk meringankan beban Emak,adik-adikku semakin besar.Aku juga akan menghadapi ujian,pasti Emak tambah kasihan.Berikan lah hamba-Mu ini pekerjaan apaun asalkan halal untuk hari ini,aminnn”
Tiba-tiba di tengah perjalanan,ia mampir ke masjid untuk singgah dan shalat dhuhurr.Seketika selesai…datanglah seorang laki-laki gagah,sudah cukup tua namun gayanya seperti orang yang mampu.
“Nak…badan ku merasa pegal-pegal,apakah di daerah dekat kampung ini,ada tukang pijet?”,(Tanya laki-laki tua itu)
“Maaf Pak…Saya bukan orang sini,Saya singgah sini karena ingin shalat dan sedikit lelah.Bapak butuh bantuan?”           
            “Apakah kamu bisa memijat kaki Bapak?”
            “Tentu…dengan senang hati jika Bapak berkenan.”
            “Iya,silahkan…mari nak.Bapak sambil rebahan saja.”
Pijatan-pijattan dahsyat pun telah membuka ke dua insan memulainya dengan sebuah perkenalan dan terjadi lah percakapan-percakapan singkat akan di balik diri Siddiq dan bapak tua itu.
            “Nama ku Ikhsan.Namamu siapa nak?”
            “Ikhsan Pak…”.(jawabnya dengan suara lembut)
“Tinggal dimana kok kelihatannya lelah.Maaf sudah merepotkan kamu nak…Bapak tidak mempunyai siapa-siapa,istri Bapak sudah meninggal 2tahun yang lalu sedang Bapak juga tak memiliki anak.”
“Rumah Siddiq jauh..1 km lagi Pak.Inilah hidup.Saya juga tak punya ayah.Beliau meninggal dua tahun yang lalu.Emak yang mengajari Siddiq hingga menjadi kuat seperti ini…”
“Wach…hebat Emakmu.Masih ada juga anak seperti kamu nak,Sopan…tidak layak nya yang Bapak lihat di jalan-jalan ataupun sudut-sudut gerbang luar sekolah.Sekarang pelajar makin miskin akan moral dan ilmu..Tapi kenal kamu,Bapak menemukan sosok anak yang beda”.
“Bapak bisa saja..mungkin mereka lebih bangga dan punya segalanya atas kemewahan orangtuanya,,lain dengan Siddiq pak…apa yang patut di banggakan?Siddiq dari keluarga tak berada.Dapat hidup sampai sekarang saja sudah banyak bersyukur…ya di nikmati ja Pax,,he3x.”
Percakapan itu telah usai saat sore muncul….
            “Astaghfirullah…Pak sudah hampir sore.Siddiq harus pulang”.
“Oh ya…Bapak sampai ke asyikan nak,jangan khawatir nak…Bapak antar kamu sampai rumah.”
            “Tidak usah repot Pak…terimakasih”
“Ini ada sedikit hadiah tas jasa pijatmu nak,hitung-hitung untuk tambahan saku mu,Maaf tak seberapa.Atau masih kuirang nak?bilang saja…”
“Mungkin Siddiq anak kurang mampu…tapi Emak tidak pernah mengajari ku untuk berbuat pamrih atas sesame.Dan Siddiq ikhlas Pak…simpan saja uang Bapak.Insya Allah esok ada balasannya tersendiri”.
“Amin...Bapk kagum sekali dengan mu nak,Emak mu hebat sekali.Ingin suatu saat Bapak mengenali Ibumu.Kalau tak mau uang…Siddiq harus menerima kalau Bapak antar sampai rumah.Oke”.
“Terimakasih pak…Mari,he3x”.
Dengan di antar…dalam mobil itu menambah keakraban layaknya seorang anak dengan bapaknya.Di akhir perjalanan Siddiq dikasih kartu nama oleh Pak Ikhsan.Agar suatu saat bila membutuhkan sesuatu mohon untuk di hubungi.
Hari demi hari terlewati,empat bulan Siddiq tidak bertemu dengan Pak Ikhsan.Sejak terputusnya hubungan komunikasai di masjid itu.Satu minggu lagi Sddiq UAN.Emak nya bingung memikirkan biaya yang harus dibayarkan demi sekolah anaknya.Suatu malam Emak shalat sunnah dan di akhir sujud nya,beliau berdoa secara tulus…curahan dalm hatinya pun terucap lembut dalam bibir si Emak Siddiq…
“Ya Robbi…berikan lah ketegaran bagi hamba-Mu ini untuk menjalani hidup ini,hamba tak sanggup lagi menanggung semua ini sendirian.Kuatkan jiwa dan raga hamba-Mu semata hanya karena-Mu Ya Allah…Jadikanlah anak-anak hamba esok berguna bagi agama dan ddunia-Mu ini,Berikanlah yang terbaik untuk kami.Kami mohon Ya Robb…Aminn”
Waktu demi waktu telah mengubah musim yang penuh rintangan.Entah kenapa Emak bersemangat sekali menjalani hidup ini.
“Demi anakku…semangat.Akan Emak lakukan apapun nak,Emak ingin melihat kalian sukses di esok hari…”
Dagangan Emak pun laris…setelah beliau hendak pulang,dengan senyum ceria ia kembangkan.Namun kenyataanya berbeda terbalik,sebuah mobil menyerempetnya…dan waktu itupun Siddiq sedang UAN.Firasatnya tadi malamm tidak enak tapi tak di hiraukannya,Demi lulus menghadapi UAN dan membahagiakan anaknya,dengan nilai-nilai gemilang…untungnya,Emak tak separah yang di bayangkan,ternyata yang menabraknya adalah Pak IKhsan.Laki-laki tua yang baik hati,Pak Ikhsan mengetahui bahwa Ibu itu adalah Emak Siddiq.
            “Anda Ibu Sidiq?”
            “Mengapa pak?
            “Ikhsan….”(jawab dengan ramah dan penasaran).
“Siddiq telah mengenaliku kemarin,anakmu sungguh mulia Bu,mungkin sekarang ia telah UAN kan?
“Aku bangga dan senang ketika Siddiq bercerita akan kehebatan Emak nya dan
tidak tahu…”
“Tidak tahu apa Pak?”
“Tidak apa-apa,moohon permisi pulang ya…”
“Terimakasih atas semua kebaikan Bapak”.
Rasa rindu pun telah bersemi diantara kedua orangtua itu.Wajar jika Pak Ikhsan ada rasa…Emak Siddiq pun masih cantik,baik.Waktu…yang merangkainya hingga merubah keadaan.Siddiq telah menyelesaikan UAN dan mendapat peringkat terbaik di catatan akhir sekolahnya.Namun Siddiq tidak dapat melanjutkan sekolah ke jenjang tang lebih tinggi karena minimnya ekonomi,Satu bulan…Pak Ikhsan tidak dapat membendung lagi rasa rindunya kepada Emak Siddiq…
“Satu bualn…bagiku waktu yang tepat untuk mengungkapkan rasa ini.Ya Allah jadikanlah hubungan ini esok menuju sunnah-Mu…Aku akan melamar Emak SSiddiq dan semoga ia menerimaku.Aku bangga jika Siddiq menjadi anakku.Aku harus ke rumah Siddiq sekarang”.
Perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan itupun Pak IKhsan demi Emak dan Siddiq.Setelah itu keluarga Siddiq sedang bersendau gurau dalam sunyinya malam yang menemani dengan kehangatan arti sebuah keluarga.Dengan lelucon…adik-adik siddiq menjadikan Emaknya melepaskan lelah.Yang seharian telah membannting tulang.Seketika Pak Ikhsan sampai di rumah dan mengetuk pintu…
            “Asaalamu’alaikumm…”
            “Waa’alaikumsalam…”
“Siapa tamu malam –malm yang dating Sidduq.coba buka pintunya,Pak
Ikhsan?”(hampir tak prcaya,layaknya mimpi…)
“Ada aopa gerangan kesini?”
“Siddiq…Bapak kangen sama kamu nak,Apalgi Emakmu,he3x…”
“Mari masuk pak…dengan senang hati,Bapak bercanda ya…”
“Iya bapak serious…JUjur bapak kesini untuk melamar Emakmu.Mohon izinkan dan berikan Aku kesempatan Hamidah…Aku ingin menjadi suamimu sekaligu bapak dari anak-anakmu yang cerdas-cerdas ini”
“Sebenarnya rasa ini pula yyang Hamidah rasakan…rasanya seperti mimpi,Hamidah setuju jika anak-anakku merestui.”
“Lanjutkan Emak…kami merestui,”(serentak anak-anak menyetujui).
‘’Terus………..’’
“Ya,duterima Pax….”
“Ya ALLah terimakasih tas semua anugrah ini.Engkau permudah hubungan ini.”tutur Pak ikhsan dalam hati.
Akad dan peseta pun akan segera di rayakan esok.Keluarga Siddiiq menemukan kembali makna keluarga yangn utuh.Dan Siddiq pun esok dapat melanjutkan sekolahnya seperti yang ia cita-cita kan selam ini.INDAH PADA WAKTUNYA….kemudian merteka pun tersenyum manis dengan peluk mesra atas keluarga yang sederhana tersebut.


THE END…..

posted under | 0 Comments

BURUAN IKAT FINA


Lafadz-lafadz indah dari kitabullah masih terdengar merdu atas lisan Fina,serasa nyanyian syurgawi yang kian menggema seisi alam jagad rraya.Sepertiga malam ia selalu menghabiskan waktunya dengan beribadah terhadap sang Khaliq.Aufina na’ma adalah nama lengkapnya.Orang-orang terdekatnya akrab memanggil dengan nama Fina.Gadis mungil yang keras namun ceria,yang cerdas namun terkadang ceroboh,yang cuek namun terkadang cengeng.Ia duduk di bangku SMA.Dari keluarga yang biasa,Ibunya seorang pedagang di pasar sedang bapaknya bekerja di ladang serta memiliki dua adik laki-laki yang santun pula.

Mentari esok muncul begitu merona.Menorehkan seribu harapan manis bagi insan manusia.Kicauan burung pun tak mau kalah dengan sang alam.Orang-orang sibuk dengan profesi masing-masing.
“Bismillahirrahmanirrakhimi…Allahumma salli’ala sayyidina wamaulana muhammad”(dalam hati Fina selalu terucap lafadz tersebut ketika mengayuh sepeda nya menuju sekolahan dengan bekal restu ke dua orangtuanya serta hasil pemikiranyya setelah belajar semalam).
“SEMANGAT Fina”(ditambahkan kata itu untuk motivasi dirinya).Setelah memakirkan sepedanya,bergegas masuk kelas dengan nafas sedikit terbata-bata).
“Syukur Ya Robb…Engkau kembalikan waktu hamba-Mu ini untuk menuntut ilmu lagi”(bisik Fina).Tiba-tiba terdengar suara manis menyapanya.Sahabat Fina yang akrab di sapa Erika.
“Assalamu’alaikum ya ukhty…”(bisik Erika).
“Wa’alaikumsalamWarahmatullah sahabatku…”
“Fin…liburan semester satu nanti pada liburan bareng yuk,capek nih mikir terus belum lagi UAN nanti.Ya Allah…pengen nenangin otak ku sebentar saja”.(kata Erik)
“Cah ayu…liburan semester nanti malah harus di buat belajar dong,kesempatan itu jarang kita temui di hari-hari selanjutnya,setelah UAN…baru kita tenang,butuh pengorbanan untuk prestasi-prestasi kita.OK!”
“Tapi Fin…”(sahut Erika),
“BELIEVE ME,please!!!dah bel masuk nih,selamat menuntut ilmu sahabatku”
“OK…”(jawab Erika dengan agak sebel).
            Waktu menghadirkan kisah canda saat jam pulang sekolah tiba.
“Fin…hati-hati ya”.(tutur Erika)
“Tankks sahabatku…!”.Seketika terdengar suara laki-laki….
“Hai Fina…mau pulang ya,boleh g kpan-kapan Aku mengantarmu pulang?”(Tanya teman satu sekolahnya;Ridho)
“Maaf…bukan maksudku tidak menghargaimu,Ridho…tapi Aku masih bisa mengendarai sepedaku ini.Terimakasih tawaranya”.jawab Fina.
“Ada yang ingin ku katakan padamu Fin…setelah sekian lama semenjak kamu dating ke sekolah ini,sejak kamu kelas satu hingga sampai sekarang…dengan segudang prestasi dan piaggam penghargaan dari karya-karya mu atas cerpen-cerpen,siapa yang tak mengenalmu Fin…Aku mengagumimu!”(ucap Ridho).
“Apa maksuudmu?”(Tanya Fina sambil menuntun sepeda yang akan di kayuhnya)
“Fin…siapa teman-teman ataupun orang-orang yang tidak tertarik padamu?gadis baik,sopan,ber jilbab dan cantik!”(ppuji Ridhoi)
“Hustt…Alhamdulillah jika saemua kata itu tulus dari hatimu,namun maaf Aku tak suka pujian-pujian manis yang hingga akhirnya akan menjadi bumerang bagi hidupku kelak.Mungkin pujian itu bukan terucap untuk diriku dan maaf juga Aku harus meninggalkanmu Ridho…orangtuaku pasti kkhawatir jika Aku pulang terlalu lama”(kata Fina).
“Tapi Fin…Aku ada rasa denganmu”(sahut Ridho).Sambil mengayuh sepeda nya,Fina tak menghiraukan kata-kata Ridho,dengan senyum manis,Fina membalas perkataan temannya;Ridho.
Hari berganti dengan tampak ragu.Sang matahari lelah muncul hingga sang bulan pun tak pernah pamrih mengganntikannya.Fina…mungkin seorang gadis yang beruntung dengan sekian gadis lainnyta.Dengan jiwa penyantun,ramah…banyak orang yang menyegani karena sifat nya.Suatu ketika setelah mengajari adik-adik  nya mengaji,ia ikut berkumpul dengan ke dua orangtua nya seraya merasa rindu dengan kehangatan kasih orangtua untuk melepas rindu.
“Nduk…anakkku,Ibu dan bpakmu ingin berbicara penting denganmu”(uccap Ibu).
“Silahkan Bu…apapun yang ingin di bicarakan Ibu ddan Bapak,Insya Allah Fina dengarkan”(dengan penuuh perhatian Fina mengangguk).
“Fin…sebenarnya kamu sudah Bapak jodohkan dengan putera sahabat Ibumu nak,karena Bapak rasa Fina sudah dewasa untuk mengetahui hal ini.Namanya Fahmi,seorang drafter terkenal di kalangan pembangunan.Dulu Kmi mempunyai perjanjian dengan ayah nya dan telah di setujui,namun sekarang beliau sudah almarhum.Dan Bapak minta supaya Fina menyetujui keputusan Kami”,(kata Bapak).
“Bapak,Ibuk…bukan maksud Fina menjadi anak pembangkang ataupun durhaka,dengan seribu maaf Fina haturkan kepada Ibu,Bapak.Fina masih ingin melanjutkan sekolah,Fina ingin merengkuh masa depan,dan Fina ingin membanggakan Ibu dan Bapak…mohon mengerti lah keinginan anakmu ini.Fina juga belum kenal jauh dengan laki-laki itu”(ucap Fina).
“           Anakku…kami jodohkan Fina bukan berarti kamu tidak bisa melanjutkan sekolah,dia anak yang baik,santun,penyayang terhadap orang-orang di sekitar nya.Kamu nanti akan di sekolahkan lagi olehnya”,(ujar bapak)
“Tapi…Bapak kok bisa mengenali karakter nya?apakah Bapak dan Ibu juga sudah mengenal dirinya?”(Tanya Fina penuh penasaran).
“Tentu…”,(jawab Ibu melanjutkan),karena dsia sering silaturrahmi ke rumah tanpa sepengetahuan Fina,takutnya mengganggu belajar Fina saat ini.Dia menyetujui perjodohan ini nak…mohon dipikir lagi baik-baik,demi masa depanmu anakkku!”
“Ibu dan Bapak…ini bukan keputuusan yang muddah untuk Fina,Fina menyelesaikan UAN dulu ya Bu…nanti baru Fina jawab”,(tutur Fina)
“Kapanpun Fina menjawabnya,Fahmi siapp untuk mempunyai hubungan yang serius denganmu”,(jawab Ibu)
Sang malam  yang tak begitu indah untuk di maknai oleh Fina,lambat laun membutnya mampu mengenali seorang Fahmi.Sosok asing yang menurutnya seketika muncul dalam hidupnya.Dengan kelembutan dan kesabaran Fahmi…dia mampu menyentuh hati seorang Fina.Ia pun bersikap terbuka namun ia tetap pada prinsipnya.Setelah UAN ia baru menjawab pertnyaan Ibunya.
 Sepulang sekolah,pada suatu hari…     Fina mengayuh sepeda ,mininya dengan  begitu kencang.Lamunan-lamunan tentang UAN,Fahmi,pertanyaan orangtua,dan lainnya seakan terbesit dalam benak gadis mungil itu.
“Ya Allah…kapankah semua permasalahan ini dapat hamba selesaikan?hamba-Mu rapuh tanpa-Mu.Hamba-Mu ingin membahagiakan keluuarga ku”,(dalam hati Fina berkata dan tanpa sadar airmatanya pun tertetes)…tanpa tersadar melihat jalan di depannya pun…sebuah motor menabraknya dengan perlahan namun pasti.Seorang laki-laki muda nan tmpan,tak sengaja menabrak sepeda Fina karena Fina yang salah dalam situasi ini.Fina tak sadar ssehingga ia pun di bawa ambulance menuju RS.Laki-laki itu merasa bertanggungjawab karena ia juga ikut merasakan salah.Rasa peduli yang teramat membuat perasaannya beda atas pertolongannya.Keluarga Fina pun telah dapat di hubungi dan merasa histeris dengan keadaan puterinya saat itu.
Satu minggu terlewati dengan suasana atas kesembuhan Fina.Hari demi hari keadaan Fina berangsur baik,dia telah absent dari sekolahnya.Pada suatu pagi yang cerah…laki-laki itru dating dengan membawa buah-buahan segar yang di belinya untuk Fina.Seorang ustadz yang santun dengan kepribadian yang lembut pula.Ketika siang muncul…
“Assalamu’alaikum ya ukhty…”.(tutur laki-laki itu)
“Wa’alaikumsalam…”(jawab Fina dengan senyum manis)
“Bagaimana keadaanmu?Saya orang yang bertanggungjawab atas kecelakaanmu kemarin,hingga kamu menjadi seperti sekarang ini.Maaf”,(kata lelaki itu)
 “Saya yang seharusnya banyak berterimakasih kepadamu…Saya yang salah.Dan Saya juga belum mengenalimu”,(jawab Fina seraya dalam hatinya menggelora rasa yang beda).
“Aku Izam…kamu Fina kan?”(sapa Izam)
“Kok bisa tahu?salam kenal mas…(seru Fina)
“Senang juga bertemu denganmu,Aku bisa mengenalmu saat kejadian kemarin.Maaf juga waktu yang hharus memisahkan kita Fin…sudah agak sorean dan Aku harus mengajar murid-murid ku,mungkin lain waktu kita dapat sambung lagi.Cepat sembuyh ya..”
“Mas seorang ustadz?”(Tanya Fina agak cepat)
“Tidak lah berlebihan,hanya mengajari anak-anak kecil seraya beribadah karena-Nya.Bukankah hidupo kita ini mesti beribadah? .Wa’alaikumsalam warohmatullah…”,(tutur Izam seraya melangkahkan kaki keluar ruangan)
“Wassalamu’alaikum warohmatullah…”(jawab Fina dengan penuh kagum)
“Ya Allah…mengapa rasa ini menjadi seperti ini?rasa yang tak terbiasa ku rasakan,rasa yang tak sewajarnya ku alami.Rasa semacam apakah seperti aini Ya Allah?Aku kagum dengan kepribadiaannya yang sholih.Bukan seorang yang hanya memikirkan kehidupan semata Ya Allah…”,(doa dan gumam Fina dengan segenap ketulusan).
Denting sang waktu kini mampu mengubah sang zaman.Suasana yang kemarin bising dan sepi kini berubah haru nan penuh kasih.Perasaan cinta yang bergejolak penuh ma’na menebarkan pesona dalam keseharian Fina dan Izam.Dikatakan cinta…namun Fina dan Izam layaknya menganggap sebuah arti persahabatan.Indah saat di rasa,mengenangkan seribu arti.
Malam ini…sinar langit nan cerah serta bulan Nampak ayu menyemangati Izam untuk menyatakan perasaan cinta nya kepada Fina.Setelah sekian lama tidak bertemu,membuatnya gundah hati dan terasa senyap.Saat itu juga ia  bersilaturrahmi ke rumah Fina karena dahulu ia mengetahui alamat Fina dari KTS nya.Sepanjang perjalanan…Izam memantapkan hatinya bahwa Fina lah yang pantaas untuk hatinya.Ketika sampai di rumah Fina…
“Assalamu’alaikum…”,(sambil mengetuk pintu rumah Fina)
“W’alaikumussalam…”.(jawab Fina seraya melangkahkan kaki membuka pintu)
“Mas Izam…bukann salah orang kan Aku?,suatu kehormatan Anda meluangkan waktu untuk singgshnke gubug kami”.(tutur Fina dengan perasaan tak kruan dan penuh was-was)
“Silahkan masuk mas…sampai lupa Fina,he3x!”(serunya)
“Trimakasih Fin...”
“Lantas kedatangan mas kesini ada keperluan apa?”
“Bolehkah Saya menemui ke dua orangtuamu?karena ada satu hal yang ingin saya bicarakan”.
“Baiklah Mas,duduklah dengan nyaman.Fina akan menemui Bapak dan Ibu sebentar”.(tutur Fina sambil melangkahkan kaki menuju ruang keluarga)
“Nak Izam…ada apa gerangan kah dating kemar?”(Tanya Bapak Fina penuh senyum)
“Bapak dan Ibu,ada suatu hal yang ingin Izam perbincangkan dengan Ibu dan Bapak”,(tutur Izam dengan optimisme hatinya).Sambil Fina menyajikan the hangat kepada keluarga dan Izam…
“Sebenarnya Izam dating kesini Pak…Izam ingin meng khitbah puteri Bapak.Sebelumnya Izam haturkan beribu maaf karena telah lancang bicara sedemikian jauh namun Saya merasakan dan berpikir selama ini bahwa Izam ingin mempunyai ikatan yang lebih jauh terhadap Fina dan semoga Bapak dan Ibu berkenan atas keseriusan Izam”.(tutur Izam dengan penuh harap agar diiterima oleh orangtua Fina)
“Nak Izam…bukan kah terlalu singkat Kamu mengenal Fina?,nak Izam juga seorang yang berada,tidak panttas lah Fina untuk menjadi wanita istimewa yang di inginkan nak Izam dan Fina juga masih sekolah nak”,(jawab Bapak Fina dengan perasaan ragu)
“Pak…suudilah kiranya Bapak dan Ibu menerima Izam.Keluarga Izam tak pernah memandang seorang hanya karena status atau embel-embel apapun.Bagi kami…hati dan iman lah yang membedakan diri kita di hadapan Allah SWT kelak nanti Pak”,(jawab Izam seraya menjelaskan)
“Lantas Kamu Fin…bagaimanakah perasaanmu ke nak Izam?adakah ke cocokan pada hatimu terhadapnya nak?”,(Tanya Ibu Fina)
“Fina piker kembali Bu…dan mas Izam mohon dengan sabar atas jawaban Fina nanti”,(jawaab Fina penuh haru dan sedikit bimbang)
Malam itupun menjadi rahasia indah untuk esok.Fina dan keluarganya sedang mempertimbangkan antara perjodohan itu atau Izam seorang ustadz terkenal dengan fahmi seorang drafter.Satu minggu sebelum UAN,Fina harus memutuskan pilihan terbaik untuk hidupnya.Fahmi juga telah mengetahui tentang Fina yang akan di khitbah ustadz tersebut.Dengan kesportifitasan yang di harapkan oleh Fina tak menjadikan keduanya menjauhi Fina.Fina bingung dan ragu haruss memilih antara Fahmi atau Izam.Keputusan ke dua orangtua Fina pun diserahkan kepada puterinya.Karena orangtuanya tak ingin menekan hidup dan kebahagiaan puterinya kelak.
“Esok Aku harus memilih seorang yang terbaiuk unytuk hidupku.Ya Allah…tunjukkan yang terbaik dari ke dua sosok yang berbeda tersebut.Hamba-Mu pasrah akan takdir ini.
Dalam keeheningan dan kesunyian malam seperti biasa Fina menghabiskan waktunya untuk beribadah kepada Allah.Bewrbeda dengan hari-hari bias,tiga malam terakhir ini Fina shalat istikharah untuk menentukan calon imam untuk hatinya.Daalam doanya….          
“Ya Allah…tunjukkanlah sorang istimewa yang pantas dan ikhlas menyayangi hamba tulus hanya karena-Mu,siapapun itu Ya Rob…berikanlah kekuatan cinta bagi hanba dan dia untuk mmenuju surga-Mu kelak.Rasa ini siap Fina haturkan untuk kebahagiaan haqiqi esok.Fina ingin menjadi seorang wanita yang taat kepada orangtua dan kepada-Mu Ya Allah.Amin…,”
Butiran tangis Fina telah memantabkan perasaanya atas ta’wilan mimpinya semala.Sore itu merupakan moment istimewa bagi kehidupan Fina untuk menentukan calon seorang istimewa sebelum UAN tiba.Ke dua laki-laki itpun berada di rumah Fina untuk memenuhi undangan orangtuanya serta telah siap dan bersikap sportif dengan pilihan Fina kelak.Sore itu pula menjadikan suasana tegang penuh keharuan.
“Mas Izam…kamu seorang ustadz,mampu mengubah kekosongan Fina hingga menjadi se tegar ini karena petuahmu kemarin.Fina bersyukur pernah mengenalmu sampai saat ini”
“Dan mas Fahmi…karena perjodohan ini pada awalnya Fina ragu dan ingin tidak menyetujui orangtua Fina,namun berlarut pudar karena perhatian dan peduli mas terhadap keluargaku.Menjadikan ku dapat berpikir kembali karena mas Fahmi seperti sosok kakak yang hadir untuk kehidupan Fina.Namun Fina tak mau hanya karena keputusan ini,menjadikan persahabatan ini berakhir…karena kalian mampu mengubah Fina”,(tutur Fina)
“Fin…rasa ini telah menggebu saat kau torehkan senyum tulusmu untuk ku,dan akan menjadi sahabatmu maupun kakakmu selama Fina butuh Fahmi.Perjodohan ini tak berarti apa-apa setelah kamu memilih yang terbaik”,(dengan linangan airmata dari kelopak mata Fahmi berkata penuh tulus)
“Fina…Izam juga tak kan mengakhiri persahabatan ini,setelah kamu tak memilih Izam…Izam merasakan ada pelangi cinta saat Aku memandang kepribadianmu Fin,sebuah rasa yang Izam agungkan bukan karewna nafsu belaka namun Karena ingin mendapat ridha-Nya.Seorang Fina yang mampu mengubah rasa benci menjadi pewriang…”,(tutur Izam dengan nada serius)
“Saat ini juga Fina memutuskan atas pilihan ini…Mas Izam…Aku menerima khitbahmu,segwralah ikat Aku”,(dengan nada senyum ikhlas wajah Fina memandang Izam)
“Fin…kamu serius memilih ku?Izam siap menjadi imam mukelak hingga membimbingmu menjadi istri sholihah ku.Nantiu malam orangtua dan keluarga ku dating kesini.Terimakasih Bappak dan Ibu karena telah memberi kesempaatan besar atas Fina untuk ku”,(Izam berbicara tnpa ragu dengtan senyum bahagia yang mengembang).
“Dan buat Fahmi…kamu tetap sahabatku,kawan…terimakasih atas kesportifitasan ini!!”(ucap Izam)
“Tidak apa-ap sahabatku,mungkin Fina tercipta bukan untuk jodohku melainkan adikku.Dan Fahmi bangga memiliki keluarga dan adik seperti Fina.Allah tidak akan menukar jodoh yang telah di tetapkan.Bukan begitu kawan…!”(jawab Fahmi dengan perasaan mencoba teggar).
            Suasana malam yang sendu penuh ma’na.Di iringi sang bulan Nampak merona dengan biusan bintang yang menyinari dalam hangatnya sang malam.Mengubah rasa sepi menjadi canda penuh tawa mengartikan sejuta cerita atas keluarga Fina dan Izam,perasaan bahagia saat Fina di khitbah Izam tak kan terlupakan dalam sepanjng hidupnya.Sebelum UAN…Fina telah menetapkan Izam menjadi calon imamnya.Dan setelah kelulusan Fina nanti,ia akan di sekolahkan oleh Izam untuk kelanjutan masa depannya.
“Ya Allah…inikah rahasia terindah yang Engkau ciptakan untuk hamba-Mu ini?Fina bersyukur atas karunia serta kado terindah untruk ku atas mas Izam.
Semoga mampu menjadi imam yang dapat menuntunku kelak dalam persinggahan-Mu!!...AMIINNN(doa Fina setelah acarannya selesai dalam keheningan dari sepertiga malam dari biasanya).






                        THE END

posted under | 0 Comments
Postingan Lama Beranda

Followers


Recent Comments